
SEBATIK – Peningkatan kapasitas pendidik di wilayah perbatasan tidak hanya berkutat pada penguasaan materi ajar, tetapi juga kemampuan menciptakan pembelajaran yang bermakna serta membangun citra lembaga pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Kabid Media Pemuda ICMI Kalimantan Utara sekaligus Kabid Organisasi PWI Kota Tarakan, dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendidik yang digelar Yayasan Muslih Center Kaltara di Sebatik Timur, Sabtu (20/12/2025).
Dalam pemaparannya, Ade menekankan pentingnya penerapan Quantum Learning sebagai pendekatan pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif. Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan, kontekstual, dan interaktif akan membantu siswa lebih mudah memahami materi sekaligus membentuk karakter positif.
“Guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi harus mampu menciptakan pengalaman belajar yang berkesan. Quantum Learning memberi ruang bagi pendidik untuk mengelola kelas yang hidup dan partisipatif,” ujarnya.
Selain metode pembelajaran, Ade juga menggarisbawahi pentingnya branding lembaga pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah di wilayah perbatasan seperti Pulau Sebatik. Branding, kata dia, merupakan upaya membangun identitas dan kepercayaan publik terhadap sekolah melalui nilai, prestasi, dan konsistensi pelayanan pendidikan.
“Sekolah perlu memiliki ciri khas yang jelas. Jika aktivitas dan keunggulan sekolah dikemas dengan baik, kepercayaan masyarakat akan tumbuh secara alami,” jelasnya.
Pada sesi berikutnya, Ade membekali peserta dengan keterampilan dasar menulis, terutama penulisan berita dan konten edukatif. Keterampilan ini dinilai penting agar pendidik mampu mendokumentasikan kegiatan sekolah, menyebarkan praktik baik, serta memperkuat komunikasi lembaga dengan masyarakat luas.
Melalui materi tersebut, Pemuda ICMI Kaltara berharap para pendidik di wilayah perbatasan semakin adaptif, kreatif, dan percaya diri dalam mengembangkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat eksistensi lembaga pendidikan di tengah masyarakat.
Perkuat Mutu Pendidikan Perbatasan, Muslih Center Gelar Pelatihan Pendidik
SEBATIK – Yayasan Muslih Center Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Pendidik bagi lembaga pendidikan di lingkungan yayasan, Sabtu dan Minggu, 20–21 Desember 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Baloy Tudang Sipulung Prasmanan Zam-Zam, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dan tenaga pendidik sekaligus memperkuat sinergi antara yayasan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pendidikan di wilayah perbatasan.
Ketua Yayasan Muslih Center, Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Si (HAN), menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga yayasan merupakan ikhtiar bersama dalam membangun pendidikan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah memiliki peran strategis dalam kebijakan dan fasilitasi, sementara yayasan hadir sebagai mitra yang bergerak langsung di tengah masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, peningkatan kualitas pendidikan di wilayah perbatasan akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Ia menjelaskan, Yayasan Muslih Center merupakan lembaga pendidikan dan dakwah yang didirikan oleh KH. Muslihuddin Abdurrasyid, L.C., M.P., dan berlokasi di Desa Tanjung Harapan, Sebatik Timur. Yayasan ini menaungi sejumlah unit pendidikan dan keagamaan, di antaranya Masjid Islahul Ummah, PAUD Al Hiro, SD Islam Al Hiro, serta TPQ Al Hiro, dengan fokus membangun peradaban melalui pendidikan dan dakwah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan materi dari sejumlah narasumber. Ade Prasetia Cahyadi, S.Pd., M.A, Kabid Organisasi PWI Kota Tarakan sekaligus Kabid Media Pemuda ICMI Kaltara, menyampaikan materi tentang peningkatan kapasitas pendidik melalui Quantum Learning, branding, dan keterampilan menulis.
Sementara itu, Dr. Wahyudi, S.Pd., M.Si (HAN) membawakan materi Upaya Menjadi Pendidik Berimtak dan Beriptek. Narasumber lainnya, Ismirawaty, S.Pd, Guru SMAN 1 Sebatik dan pemerhati parenting, mengangkat tema Kembali ke Hakikat Pendidikan Anak: Belajar Menyenangkan, Bermakna, dan Sesuai Fitrah Anak.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPTD Pendidikan Sebatik, Taufik, S.IP, mengapresiasi perkembangan Yayasan Muslih Center, khususnya pendirian SD Al Hiro yang saat ini masih dalam proses pemenuhan persyaratan perizinan dan sementara difiliarkan ke SD Negeri 001 Sebatik.
“Kami telah mendampingi proses ini bersama Dinas Pendidikan melalui peninjauan langsung ke lapangan. Kami berharap persyaratan jumlah peserta didik dapat terpenuhi pada tahun ajaran mendatang sehingga izin operasional bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Taufik juga menekankan pentingnya branding pendidikan sebagai ciri khas dan daya tarik sekolah di tengah masyarakat. Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga oleh komitmen serta konsistensi pengelola dan pendidik.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kecamatan Sebatik Timur, M. Saleh, S.Pd., M.AP, mengingatkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan lingkungan. Pendidikan formal, nonformal, dan informal, menurutnya, harus saling menopang dalam membangun karakter generasi muda.
“Setiap ilmu yang diajarkan adalah amal jariyah. Kegiatan seperti ini akan memberi dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” ujarnya.
an mutu pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan Pulau Sebatik.



